KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
3. St. Anakletus atau Kletus (76-88)
Anakletus berasal dari Roma. Selama beberapa abad lamanya, nama Anaketus dan Kletus dianggap sebagai dua orang paus yang berbeda. Tetapi sekarang kedua nama itu dianggap sebagai nama dari satu orang. Menurut daftar resmi “Para Paus” yang dikeluarkan oleh Takhta Suci, Paus Nakletus (Kletus) mempimpin Gereja dari tahun 76-88. Ahli-ahli sejarah Gereja mngikuti Daftar Para Paus yang diterbitkan oleh Santo Ireneus dari Lyon, menyamakan Paus Anakletus dengan Kletus. Eusebius dalam bukunya Sejarah Gereja menyatakan bahwa Linus, Uskup Roma, setelah memimpin Gereja selama 12 tahun, mengalihkan kepemimpinannya itu kepda Kletus. Dalam doa bagi para Kudus dalam perayaan Ekaristi, setelah menyebutkan St. Petrus dan Paulus serta para rasul lainnya, imam menyebutkan nama Linus dan Kletus. Hali ini menunjukkan bahwa Anakletus pengganti Santo Petrus, ditetapkan sebagai paus selama masa yang kurang damai dan aman di dalam Gereja, menyusul masa penganiayaan oleh Kaisar Nero, yang berlangsung dari tahun 64-68.
Ia membagi kota Roma dalam 25 paroki. Ia membangun dan menghiasi kapel di jalan Ostian sebagai penghormatan kepada St. Paulus dan membangun sebuah kapel yang sama di atas makam St. Petrus di vatikan. Buku Para Paus (Liber Pontificalis) menyatakan bahwa Anakletus dimakamkan di sebuah tempat dekat makam St. Petrus. Salah satu suratnya yang terkenal masih ada sampai sekarang. Surat bertarik tahun 96 itu merupakan salah satu bukti tertua tentang kedudukan tertinggi dari Tahkta Roma. Menurut St. Ireneus, ia telah mengunjungi dan berbicara denganpara rasul “yang terberkati”. Anakletus mati sebagai martir pada tahun 88 dalam masa penganiayaan kaisar Domitianus (81-96).
|